• Drs. MOHD. AKHIYAR, MA.

    Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Asahan

  • H. NGATIMAN AS.

    Koordinator Bidang Lembaga Seni Budaya dan Pengembangan Olahraga (LESBUPORA) Muhammadiyah Kabupaten Asahan

  • ZUL AZMI, SH., M.Si.

    Ketua Lembaga Seni Budaya dan Pengembangan Olahraga (LESBUPORA) Muhammadiyah Kabupaten Asahan

  • RUDY S. MARPAUNG

    Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Pengembangan Olahraga (LESBUPORA) Muhammadiyah Kabupaten Asahan

  • CITRA, SE

    Bendahara Lembaga Seni Budaya dan Pengembangan Olahraga (LESBUPORA) Muhammadiyah Kabupaten Asahan

Link Download Logo Milad ke-111 Muhammadiyah

Muhammadiyah dalam hitungan kalender Masehi pada 2023 ini menginjak usia yang ke-111 tahun.

Untuk itu, Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis Logo Resmi Milad ke-111 Muhammadiyah.

Logo Milad ke-111 Muhammadiyah ini dapat digunakan untuk membuat spanduk, banner, twibon, dan lainnya untuk mensyiarkan Milad ke-111 Muhammadiyah.

Logo Milad ke-111 Muhammadiyah dapat didownload di sini: KLIK DISINI

Share:

Belajarlah Sejarah!



Jenderal yang satu ini, ‘merajai’ seluruh kota-kota di Indonesia. Tengok nama jalan paling besar, paling penting di kota-kota Indonesia? Dua pertiga dari itu diberikan nama ‘Jalan Jenderal Sudirman’. Namanya mahsyur dari ujung ke ujung. Seorang pahlawan yang hidup mati berperang melawan penjajah Belanda.

Soedirman kecil adalah anak yang taat agama dan senantiasa menegakkan shalat. Dia dipercaya untuk mengumandangkan adzan dan iqamat. Ilmu agamanya mendalam, bahkan teman2nya pun sering memanggil beliau ‘Haji’--padahal dia belum naik haji. Dia aktif dalam kepanduan Hizbhul Wathan Muhammadiyah. Dia juga pernah jadi guru di sekolah Muhammadiyah, sebelum masuk militer. Wah, tak disangka, ‘Pak Guru’ Soedirman, besok lusa memimpin perang gerilya melawan Belanda. Di kamusnya, tidak ada kata ‘mengalah’ pada penjajah. Jenderal Soedirman dikukuhkan sebagai panglima besar TKR pada tanggal 18 Desember 1945. Usianya baru 29 tahun saat itu.

Adalah Jenderal Soedirman yang mengirim Nasution untuk menumpas pengkhianatan Muso (pemberontakan komunis tahun 1948). Repot sekali memang jaman itu, kita masih menghadapi Belanda, eh, ada yang menikam dari belakang. Bukannya bahu-membahu melawan penjajah, malah berkhianat. Beres urusan komunis, Desember 1948, Belanda melancarkan agresi militernya, hendak menguasai kembali sepenuhnya Indonesia. Sejak saat itu, tidak terima dengan ultimatum penjajah, Jenderal Soedirman melancarkan perang gerilya yang akan terus dikenang. Dalam kondisi sakit TBC, dia keluar masuk hutan, melawan serdadu Belanda. Bahu-membahu bersama rakyat, tentara, santri, perlawanan terus dilakukan. Kalian bisa membaca kisah ini lebih lengkap di buku2 sejarah.

Jenderal Soedirman wafat di usia yang sangat muda. 1950. Setelah Belanda mengakui eksistensi Indonesia. Beliau wafat di usia 34 tahun. Tapi jasa2nya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak terbilang. Anak muda yang rajin mengikuti pengajian itu --para sesepuh kampung Kauman Yogyakarta menyaksikannya, wafat dengan diantar ribuan warga. Ada banyak catatan yang menunjukkan, betapa kader Muhammadiyah yg satu ini, rajin mengutip Al Qur’an ketika menggelorakan semangat perlawanan pasukannya. Bagi ‘Pak Guru’ Soedirman: “Hidup mulia atau mati syahid”. Berdiri di depan dia, memimpin perlawanan, meneriakkan takbir ke udara.

Kenanglah kejadian ini, Kawan: Tahun 1946, ‘Pak Guru’ Soedirman mengunjungi laskar Hisbullah-Sabilillah Surakarta yang sedang mempersiapkan kembali maju ke medan perang. Saat diadakan pertemuan di Surakarta, Pak Guru Sudirman mengawali kata sambutannya dengan melantunkan ayat-ayat al-Qur’an, Ash-Shaf ayat 10-12 yang kemudian diterjemahkannya sendiri, ‘Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang akan menyelamatkanmu dari siksa yang pedih. Yaitu, kamu yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu... dstnya...”

Sekali lagi, inilah bukti tak terbantahkan bahwa teriakan takbir, ajaran agama Islam, tidak dipenuhi kebencian. Itu bukan teriakan teroris. Kalimat tauhid bukan ajaran penjahat. Bacalah sejarah bangsa ini, kita akan mengetahui, itu adalah pengobar semangat tiada tara melawan penjajahan. Jangan sampai, kita malah risih, ilfil, kesal, aneh, terasing saat takbir diteriakkan. Apalagi sampai menjadikan takbir "Allahuakbar" sebagai bahan lelucon, stand up comedy, diolok2. Karena kalimat itulah yang diteriakkan oleh sebagian besar (mayoritas) para pejuang kemerdekaan dulu. Tanpa mereka, boleh jadi kita tidak akan menikmati semua kemudahan, kenyamanan hari ini.

Belajarlah sejarah.
Share:

Lomba Lari 5K Semarak Milad Muhammadiyah Ke-111 Tahun 2023



Yok gas kan.
Juara 1 : Tropy + Piagam + Medali + Uang Pembinaan
Juara 2 : Tropy + Piagam + Medali + Uang Pembinaan
Juara 3 : Tropy + Piagam + Medali + Uang Pembinaan
Juara 4-7 : Piagam + Medali + Uang Pembinaan
Juara 8-10 : Piagam + Medali + Uang Pembinaan
Sertifikat All Participan
πŸ‘‡πŸ‘‡
Ayo Buruan waktu terbatas..
Join to Us tunjukkan Bakatmu Raih Prestasi Bergembira berMuhamadiyah...
Untuk syarat dan ketentuan lain, baca di sini ya Sobat Pora.
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Share:

Selain Amar Rayhan Brkic, Ada Kader Muhammadiyah Lain di Timnas U-17: Achmad Zidan Arrosyid

Indonesia menjadi tuan rumah dalam kejuaraan sepakbola Piala Dunia (World Cup) kelompok umur U-17, 10 November-20 Desember 2023. Timnas Indonesia pada kejuaraan ini berada di grup A bersama Panama, Ekuador, dan Maroko.

Diikuti 24 negara dari 6 konfederasi, babak penyisihan Piala Dunia U-17 diselenggarakan di empat lokasi berbeda yakni, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Stadion Internasional Jakarta (JIS) DKI Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, dan Stadion Manahan Surakarta.

Bagi warga Persyarikatan, di skuad timnas U-17 setidaknya ada dua nama dengan latar belakang Muhammadiyah, yaitu pemain keturunan Indonesia Jerman berposisi sayap kanan Amar Rayhan Brkic, dan wonderkid asal PSS Sleman, Achmad Zidan Arrosyid.

Nama terakhir, Achmad Zidan Arrosyid merupakan siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Pemain kelahiran 22 Oktober 2006 dengan posisi gelandang ini juga telah mendapatkan beasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) atas prestasinya di tingkat internasional.

Sempat berjuang akibat cedera patah tulang karena kecelakaan motor, Achmad Zidan Arrosyid setelah pulih kembali menemukan performa terbaiknya sehingga dipercaya oleh staf kepelatihan Timnas U-17 untuk masuk dalam skuad Garuda.

Pada dua laga di Piala Dunia U-17 yang berakhir seri 1-1 melawan Ekuador dan Panama, Zidan ikut merasakan dua pertandingan tersebut meski harus berangkat dari bangku cadangan. 

Laga selanjutnya yang akan dihadapi oleh Timnas U-17 adalah melawan Timnas Maroko di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Kamis (16/11) besok. Pertandingan melawan Moroko ini akan menjadi penentu nasib kedua tim lolos ke 16 besar Piala Dunia U-17 2023. 

Sebab saat ini Maroko U-17 berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup A dengan mengemas tiga poin hasil dari menang melawan Panama dan kalah melawan Ekuador. Sementara Timnas Indonesia U-17 menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup A Piala Dunia U-17 2023.


Sumber: muhammadiyah.or.id

Share:

PEMKAB ASAHAN TERIMA LESBUPORA BERAUDIENSI



Hari ini
Kamis, 02 Nopember 2023.
Pengurus Lembaga Seni Budaya dan Pengembangan Olahraga (LESBUPORA) Di dampingi Ayahanda Pimpinan Daerah Muhammadiyah Asahan dan Korbid LESBUPORA MUHAMMADIYAH ASAHAN diterima beraudiensi oleh Bupati Asahan yang di wakili Oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan BUWONO PRAWANA, S.IP., M.Si didampingi Kabag Kesra Pemkab Asahan BASUKI, S.Pd., MM.
Membahas terkait kegiatan LOMBA DALAM RANGKA SEMARAK MILAD MUHAMMADIYAH KE 111 TAHUN 2023.
.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Kakan Kesbangpol Kabupaten Asahan, Kadisporapar Kabupaten Asahan dan Kadis Pendidikan Kabupaten Asahan, Kominfo Kabupaten Asahan, dan Ketua MPI Muhammadiyah Asahan
.
Kegiatan di laksanakan di Aula Kenanga Kantor Bupati Asahan.
Share:

Recent Posts

Unordered List

BENNER 728X90